Ngompro.ngawikab.id- Selasa (01/03) Dinas Pertanian, Ketua Kelompok Tani se-Desa Ngompro beserta anggotanya, Pendamping Lokal Desa dan Kasun se-Desa Ngompro melakukan pendataan Pemetaan / digitalisasi Lahan Sawah Pertanian. Acara dimulai pukul 10.00 WIB yang bertempat di Rumah Bapak Parminto selaku Kepala Desa Ngompro. Dalam hal ini Desa Ngompro mempunyai 4 kelompok tani yakni Tunggal Roso, Sido Langgeng, Moro Seneng, dan Rukun Jaya.  

Dengan luas lahan sawah antara lain 

  1. Tunggal Roso : 14.06 Ha
  2. Sido Langgeng : 52.25 Ha 
  3. Rukun Jaya : 48.16 Ha
  4. Moro Seneng : 51.53 Ha 

Program pertanian LP2B merupakan bentuk perlindungan fungsi lahan sawah terhadap alih fungsi lahan. Jika lahan pertanian terus dialih fungsikan menjadi lahan lain, maka produksi pangan Indonesia akan melemah hingga berujung pada kerugian. Program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menjadi solusi Dinas Ketahanan Pangan untuk menyelamatkan lahan pertanian produktif dari alih fungsi lahan pertanian. 

Dari Program Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) memiliki nilai positif yang kuat yaitu dapat meningkatkan kesejahteraan pangan dan meningkatkan ketahanan pangan penduduk di Jawa Timur dengan jalan mengendalikan laju konversi lahan pertanian dan melakukan ekstensifikasi lahan pertanian di wilayah tersebut.

Opsi- opsi pemerintah yang bisa dilakukan terkait upaya mempercepat penetapan LP2B meliputi :

  1. Kepastian harga pembelian padi yang menguntungkan.
  2. Jaminan pemasaran produk yang pasti dan jelas.
  3. Penyediaan ganti rugi produksi akibat gagal panen.
  4. Pembangunan Infrastruktur Pertanian
  5. Adanya insentif pertanian yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah ekonomi

Dengan program tersebut diharapkan lahan pertanian di Desa Ngompro akan lebih terperinci dan jelas peruntukannya untuk pertanian, sehingga kebutuhan produksi pangan akan tercukupi, dan mempunyai hasil pangan yang melimpah ruah dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar.


Share and Enjoy !

Shares